PT Leyand International Tbk (LAPD) mengambil langkah strategis dengan menjajaki pengembangan sektor unsur tanah jarang atau rare earth guna mendukung agenda hilirisasi nasional dan memperkuat posisi di industri teknologi tinggi.
Rencana ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap material kritis untuk kendaraan listrik, energi terbaru, dan perangkat elektronik canggih.
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi bisnis jangka panjang perseroan yang tidak hanya berfokus pada eksplorasi, tetapi juga pengolahan untuk menciptakan nilai tambah maksimal.
Manajemen LAPD menekankan komitmen penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap tahapan pengembangan proyek rare earth.
Founder dan Direktur Utama PT JSI Sinergi Mas Jamal Abdul Nasir Bamadhaj menyatakan bahwa rare earth merupakan peluang besar yang selaras dengan kebijakan hilirisasi mineral Indonesia.
Ia menegaskan pentingnya standar ESG yang kuat agar pengembangan bisnis memberikan manfaat jangka panjang bagi stakeholder dan lingkungan.
Indonesia diketahui memiliki potensi rare earth yang signifikan, terutama dari mineral ikutan seperti monasit dan xenotime yang banyak ditemukan di wilayah penghasil timah.
Potensi ini dinilai sebagai aset strategis untuk memasuki rantai pasok industri teknologi masa depan secara global.
Analis pasar melihat langkah LAPD sebagai katalis positif, terutama dengan meningkatnya minat investor terhadap emiten yang fokus pada energi baru dan penerapan keberlanjutan.
Dengan strategi hilirisasi dan peningkatan nilai tambah, LAPD berpotensi memperluas basis usaha dan meningkatkan daya tarik investasi di tahun-tahun mendatang.





