ChatGPT memperkirakan nilai lukisan karya seniman Denny JA yang diberkati secara spontan oleh Paus Fransiskus pada September 2024 dapat mencapai Rp34 miliar.
Peristiwa pemberkatan terjadi saat iring-iringan Paus melintas di depan Galeri Nasional Jakarta dan melihat lukisan yang menampilkan adegan simbolik seorang Paus mencuci kaki rakyat kecil.
Kendaraan Paus melambat, jendela dibuka, dan ia memberikan salam, doa, serta berkat kepada karya seni tersebut yang sedang dipamerkan.
Estimasi nilai ini disusun oleh Dr. Satrio Arismunandar, akademisi dan pengamat budaya, berdasarkan analisis kecerdasan buatan (AI) dan perbandingan transaksi karya seni religius di lelang internasional seperti Sotheby’s dan Christie’s.
Analisis menggunakan pendekatan skenario pasar dengan empat kategori: konservatif (Rp2,5–6,5 miliar), menengah (Rp6,5–14 miliar), premium (Rp16–24 miliar), dan skenario khusus pembeli yang mencapai Rp34 miliar.
Nilai tertinggi dalam skenario khusus bergantung pada faktor non-pasar seperti keterikatan emosional, religius, dan relevansi narasi lintas iman bagi calon pembeli.
Satrio menjelaskan bahwa peristiwa ini menciptakan fenomena yang disebut symbolic elevation, yaitu peningkatan status karya seni akibat kaitannya dengan peristiwa historis dan simbolik.
Lukisan tersebut dinilai memiliki empat dimensi nilai: sebagai karya seni visual, simbol religius, artefak peristiwa, dan narasi lintas iman.
Kombinasi faktor ini diperkuat oleh latar belakang seniman yang Muslim dan subjek lukisan yang merupakan pemimpin Katolik, dengan tema kerendahan hati sebagai pesan universal.
Menurut Satrio, kekuatan utama karya ini terletak pada narasi yang menyertainya, bukan hanya aspek estetika, sejalan dengan teori kapital simbolik dari Pierre Bourdieu.
Estimasi nilai masih bersifat indikatif dan memerlukan validasi dari penilai independen bersertifikat serta dokumentasi visual yang kuat untuk memperkuat klaim historis.
Kurator internasional juga perlu terlibat untuk verifikasi faktual dan meningkatkan eksposur karya di pasar global.
Sebagai pembanding, karya seni bertema Vatikan dalam periode 2015–2024 tercatat bernilai antara USD 200.000 hingga USD 1,8 juta.
Selain potensi ekonomi, lukisan ini dinilai menjadi medium penting dalam menjembatani dialog antarbudaya dan antariman.
Satrio menegaskan bahwa peristiwa ini menunjukkan bagaimana karya seni bisa mengalami transformasi makna ketika terhubung dengan momen sejarah yang bermuatan simbolik tinggi.





