Analis dan tokoh kripto menyatakan bahwa fase bearish atau yang dikenal sebagai crypto winter telah berakhir pada April 2026.
Hal ini ditandai oleh kenaikan harga bitcoin yang berhasil bertahan di level US$78.000.
Executive Chairman Strategy, Michael Saylor, secara tegas menyebut bahwa musim dingin kripto telah usai dengan pernyataannya, “Winter’s over”.
Pernyataan tersebut mencerminkan optimisme terhadap transisi pasar kripto menuju fase pertumbuhan baru yang lebih stabil.
Sementara itu, pendiri Quantum Economics, Mati Greenspan, menilai kondisi sebelumnya lebih tepat disebut sebagai koreksi besar dalam tren bull market jangka panjang, bukan crypto winter.
Meski demikian, ia sepakat bahwa bitcoin kemungkinan besar telah menyentuh titik terendahnya.
“Ya, saya pikir sangat mungkin kita sudah melihat titik dasar,” ujar Greenspan.
Ia memprediksi fase berikutnya dalam evolusi pasar kripto akan didorong oleh adopsi oleh negara, setelah sebelumnya melewati tahap early adopters (2013), ledakan investor ritel (2017), dan masuknya institusi keuangan (2021).
Greenspan bahkan membuka kemungkinan bank sentral mulai memasukkan bitcoin ke dalam cadangan devisa seperti halnya emas.
Dorongan adopsi oleh institusi dinilai semakin menguat, dengan perusahaan seperti Strategy terus mengakumulasi bitcoin dalam jumlah besar.
Perubahan struktur pasar dari dominasi ritel ke dominasi institusi menandai kedewasaan pasar kripto.
Di tingkat negara, Amerika Serikat dikabarkan sedang mempertimbangkan pembentukan cadangan strategis bitcoin dengan kepemilikan diperkirakan mencapai 300.000 BTC.
Negara lain seperti El Salvador, China, dan Inggris juga telah memiliki eksposur terhadap bitcoin dalam berbagai bentuk.
Kombinasi antara akumulasi institusi dan potensi kepemilikan negara diyakini akan membawa pasar kripto ke era yang lebih matang dan terstruktur.
Meskipun prospeknya positif, para analis tetap mengingatkan agar investor waspada terhadap volatilitas yang masih melekat pada aset kripto.
Saylor menekankan bahwa bitcoin kini tidak lagi sekadar aset spekulatif, melainkan mulai menjadi bagian dari sistem keuangan global.





