Peluncuran Buku ‘Kampus Meretas Batas’ Cermin Perjalanan President University Selama 25 Tahun

Ardian Santo

April 28, 2026

2
Min Read

Peluncuran buku berjudul Kampus Meretas Batas digelar di kampus President University pada Rabu, 22 April 2026.

Acara tersebut menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis ke-25 universitas yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

Buku ini menggambarkan perjalanan panjang President University sejak berdiri, termasuk visi pendirinya, Setyono Djuandi Darmono, dalam menciptakan institusi pendidikan tinggi berstandar global.

Darmono menyatakan bahwa gagasan mendirikan universitas internasional muncul pada tahun 1994 karena kebutuhan kawasan industri Jababeka akan tenaga kerja terampil yang tidak terpenuhi oleh sistem pendidikan tinggi saat itu.

Ia terinspirasi dari model politeknik di Singapura, namun akhirnya memilih mendirikan universitas dengan jiwa vokasi yang menekankan keterampilan praktis dan program magang sejak tahun pertama.

Meski sempat terhambat krisis moneter 1998, keyakinan bahwa pendidikan harus bergerak lebih dulu mendorong kelanjutan pengembangan kampus ini.

Satrijo Tanudjojo, penulis buku yang hadir secara daring dari Paris, menyebut bahwa buku ini lahir dari kegelisahan intelektualnya terhadap kesenjangan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja di Indonesia.

Ia menekankan semangat berani berbeda dan menembus batas sebagai inti dari narasi buku tersebut.

Prof. Dr. M. Syafi’i Anwar, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Pendidikan President University, menilai buku ini berhasil menampilkan universitas bukan hanya sebagai lembaga akademik, tetapi sebagai pembentuk karakter dan identitas global.

Menurutnya, rencana penerjemahan buku ke dalam bahasa Mandarin membuktikan relevansi cerita ini secara internasional.

Buku ini diposisikan sebagai kompas sejarah bagi mahasiswa, dosen, dan alumni untuk memahami masa lalu dan merancang masa depan.

President University diketahui sebagai perguruan tinggi swasta terakreditasi unggul dengan lingkungan akademik internasional.

Kampus ini menerapkan kurikulum berbasis internasional dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar secara penuh.

Hingga 2026, President University mencatatkan diri sebagai kampus swasta dengan jumlah mahasiswa asing terbanyak di Indonesia, berasal dari lebih dari 50 negara.

Related Post