Pemegang Saham Setujui Merger Warner Bros. Discovery dan Paramount Skydance Senilai US$111 Miliar

Ardian Santo

April 28, 2026

2
Min Read

Pemegang saham Warner Bros. Discovery Inc. menyetujui rencana merger dengan Paramount Skydance Corporation dalam rapat umum pemegang saham luar biasa yang digelar pada 23 April 2026.

Transaksi senilai US$111 miliar atau sekitar Rp1.915 triliun ini ditargetkan rampung pada kuartal III 2026, tergantung pada pemenuhan syarat penutupan termasuk persetujuan regulator.

Mayoritas pemegang saham memberikan suara mendukung pengesahan perjanjian merger yang telah diumumkan sebelumnya.

Hasil akhir pemungutan suara masih menunggu sertifikasi dari pemeriksa independen dan akan dilaporkan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).

Ketua Dewan Direksi Warner Bros. Discovery, Samuel A. Di Piazza Jr., mengatakan dukungan pemegang saham mencerminkan keyakinan terhadap strategi perusahaan untuk membuka nilai penuh dari portofolio hiburannya.

“Kami menghargai dukungan dan kepercayaan pemegang saham untuk membuka nilai penuh dari portofolio hiburan kelas dunia yang kami miliki,” ujar Samuel, dikutip Minggu (26/4/2026).

Ia menambahkan bahwa penggabungan dengan Paramount akan menciptakan perusahaan yang lebih kuat, memperluas pilihan konsumen, serta memberi manfaat bagi komunitas talenta kreatif global.

Presiden sekaligus CEO Warner Bros. Discovery David Zaslav menyebut persetujuan ini sebagai tonggak penting setelah empat tahun proses transformasi dan restrukturisasi perusahaan.

“Tim kami telah mentransformasi Warner Bros. Discovery dan mengembalikan perusahaan ke posisi pemimpin industri,” kata Zaslav.

Menurutnya, transaksi bersejarah ini diharapkan memberikan nilai optimal bagi para pemegang saham.

Perusahaan akan terus berkoordinasi dengan Paramount untuk menuntaskan proses tersisa, terutama persetujuan dari otoritas antimonopoli dan lembaga regulasi lainnya.

Merger ini dipandang sebagai langkah konsolidasi besar di tengah tekanan industri media global akibat perlambatan pendapatan iklan, perubahan perilaku konsumen, dan persaingan ketat layanan streaming.

Warner Bros. Discovery memiliki aset seperti Warner Bros Studios, HBO, CNN, dan Discovery Channel.

Sementara itu, Paramount Skydance menaungi Paramount Pictures, CBS, Nickelodeon, dan layanan streaming Paramount+.

Setelah merger, perusahaan gabungan diproyeksikan memiliki portofolio konten yang lebih luas di bidang film, televisi, berita, dan streaming.

Portofolio tersebut diharapkan dapat bersaing secara efektif melawan pemain besar seperti Netflix, Disney, dan Amazon.

Dalam proses transaksi, Allen & Company, J.P. Morgan, dan Evercore bertindak sebagai penasihat keuangan Warner Bros. Discovery.

Sedangkan Wachtell, Lipton, Rosen & Katz serta Debevoise & Plimpton LLP menjadi penasihat hukum perusahaan.

Related Post