Pencegahan Malaria di Indonesia: Peran Masyarakat dalam Menuju Bebas Malaria 2030

Ardian Santo

May 1, 2026

2
Min Read

Malaria masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu diwaspadai di Indonesia, terutama di wilayah timur.

Penyakit ini tidak hanya berbahaya, tetapi juga bisa dicegah jika masyarakat memahami penyebab dan cara penularannya.

Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI dr. Prima Yosephine menjelaskan, malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit bernama plasmodium yang menyerang sel darah merah manusia.

Parasit ini ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.

Ketika seseorang terinfeksi, gejala awal yang muncul biasanya berupa demam tinggi, menggigil, sakit kepala, hingga nyeri otot dan berkeringat.

Malaria ditularkan melalui nyamuk, sehingga faktor lingkungan sangat berpengaruh.

Hal tersebut disampaikan oleh Prima dalam temu media memperingati Hari Malaria Sedunia 2026 secara daring, Kamis (30/4/2026).

Kelompok yang berisiko tinggi tertular malaria adalah mereka yang tinggal atau bepergian ke daerah endemis, seperti wilayah dengan kasus malaria tinggi.

Risiko juga meningkat pada orang yang tinggal di dekat genangan air atau lingkungan yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Rumah dengan ventilasi terbuka tanpa pelindung serta aktivitas di luar ruangan pada malam hari menjadi faktor yang meningkatkan kemungkinan tertular.

dr. Prima menjelaskan bahwa nyamuk Anopheles biasanya berkembang biak di air yang tenang atau tergenang, seperti di sawah, parit, tambak terbengkalai, hingga kubangan air di lingkungan sekitar.

Tempat-tempat tersebut menjadi lokasi ideal bagi jentik nyamuk untuk tumbuh sebelum menjadi nyamuk dewasa yang bisa menularkan malaria.

Pencegahan malaria tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

Langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain membersihkan lingkungan dari genangan air.

Memastikan saluran air mengalir lancar juga turut membantu mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Masyarakat disarankan menggunakan kelambu saat tidur.

Pemakaian lotion anti-nyamuk atau repellent merupakan tindakan pencegahan yang efektif.

Memasang kasa pada ventilasi rumah dapat mencegah masuknya nyamuk ke dalam ruangan.

Masyarakat juga bisa menebarkan ikan pemakan jentik untuk mengendalikan populasi nyamuk.

Menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai dan lavender juga dapat menjadi solusi alami.

Meskipun terlihat sederhana, langkah-langkah tersebut sangat penting untuk memutus rantai penularan malaria.

Kendati demikian, malaria bukan penyakit yang bisa dianggap sepele karena tetap berisiko menyebabkan kematian.

Risiko kematian terutama terjadi jika penanganan terlambat atau penyakit telah memasuki tahap komplikasi.

Pemerintah menargetkan Indonesia bebas malaria pada tahun 2030.

Keberhasilan target tersebut sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan melindungi diri dari gigitan nyamuk.

Related Post