Pertamina Proyeksikan Ekses Solar 8,3 Juta KL per Tahun Jika Mandatori B50 Diterapkan

Ardian Santo

May 1, 2026

1
Min Read

Rencana pemerintah meningkatkan mandatori biodiesel ke B50 berpotensi menyebabkan kelebihan pasokan solar murni (B0) hingga 8,3 juta kiloliter (KL) per tahun.

PT Pertamina Patra Niaga memproyeksikan surplus tersebut sulit terserap baik di pasar domestik maupun internasional.

VP Business Development & Subsidiary PT Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, menjelaskan bahwa kilang minyak dalam negeri tidak bisa secara selektif menurunkan produksi solar tanpa memengaruhi produk lain seperti bensin, LPG, dan avtur.

“Kilang ini tidak bisa kita desain modenya hanya untuk menurunkan solar saja,” kata Sigit di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Ia menambahkan bahwa penurunan produksi solar berpotensi memperbesar ketergantungan impor bensin yang saat ini sudah mencapai 50% dari kebutuhan nasional.

Saat ini, ekses solar berada di angka 2,8 juta KL per tahun, dan diproyeksikan melonjak seiring beroperasinya proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban yang akan menambah pasokan solar sekitar 5,5 juta KL per tahun.

Ekspor solar juga menghadapi kendala karena sebagian besar produk dalam negeri masih berkategori high sulfur, sementara pasar global beralih ke low sulfur diesel.

Sigit menyebut pasar internasional yang menerima solar high sulfur semakin terbatas, ditambah biaya pengiriman yang tinggi dibandingkan penyaluran domestik.

Related Post