PGN Catat Laba Bersih Rp1,55 Triliun di Kuartal I 2026 Berkat Efisiensi dan Stabilitas Operasional

Ardian Santo

April 28, 2026

2
Min Read

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) membukukan laba bersih sebesar US$90,4 juta atau setara Rp1,55 triliun pada kuartal pertama 2026.

Angka tersebut melonjak 46 persen secara tahunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan kinerja keuangan ini didorong oleh efisiensi operasional, penurunan beban pokok pendapatan, serta perbaikan beban keuangan dan selisih kurs.

Pada periode Januari hingga Maret 2026, PGN mencatat pendapatan sebesar US$929,6 juta dengan EBITDA mencapai US$240,6 juta.

Kinerja tersebut terutama berasal dari bisnis inti niaga dan infrastruktur gas bumi, meskipun belum ada kontribusi dari penjualan LNG segmen trading internasional.

Dari sisi operasional, volume penyaluran gas PGN tercatat sebesar 777 BBTUD dengan volume transmisi mencapai 1.539 MMSCFD.

Keandalan infrastruktur gas PGN tetap terjaga di level 99,9 persen untuk melayani lebih dari 825 ribu pelanggan di seluruh Indonesia.

Direktur Keuangan PGN, Catur Dermawan, menyatakan bahwa kinerja positif ini tidak lepas dari penerapan model bisnis yang berfokus pada ekosistem domestik.

Menurutnya, fokus utama PGN adalah memastikan layanan energi kepada pelanggan tetap andal melalui pengelolaan infrastruktur dan penyaluran gas yang terintegrasi.

Untuk menjaga pasokan gas, PGN memanfaatkan LNG sebagai pelengkap distribusi melalui fasilitas regasifikasi seperti FSRU Lampung, LNG Arun, dan FSRU Jawa Barat.

Sepanjang kuartal I 2026, volume jasa regasifikasi tercatat sebesar 115 BBTUD melalui FSRU Lampung, 148 BBTUD melalui LNG Arun, dan 292 BBTUD melalui FSRU Jawa Barat.

Struktur keuangan PGN juga mengalami perbaikan dengan beban keuangan turun menjadi US$13,7 juta.

Rasio EBITDA terhadap beban bunga mencapai 20,75 kali, sementara debt to equity ratio terjaga di level 29 persen.

Arus kas operasional PGN tetap positif sebesar US$86,9 juta, menunjukkan kesehatan finansial perusahaan di tengah dinamika pasar energi global.

Catur menekankan bahwa model bisnis berbasis domestik dan portofolio yang seimbang memungkinkan PGN menjaga stabilitas kinerja.

Ke depan, PGN akan memperkuat infrastruktur dan fleksibilitas pasokan melalui pengembangan jaringan pipa serta layanan beyond pipeline seperti LNG dan CNG.

Perseroan juga berencana memperluas jaringan gas rumah tangga guna mendukung transisi energi nasional.

Related Post