Taksi Listrik Green SM Terlibat Kecelakaan Maut di Bekasi, Diduga Akibat Pengemudi Tak Kuasai Torsi Tinggi

Ardian Santo

May 1, 2026

2
Min Read

Manajemen Green SM Indonesia mengakui salah satu taksi listrik operasionalnya terlibat dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.

Insiden tersebut menyebabkan 15 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah taksi listrik tersebut terjebak di perlintasan sebidang, memaksa KRL melakukan pengereman darurat dan kemudian ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh.

Tragedi ini memperpanjang catatan buruk operasional armada taksi listrik Green SM yang sebelumnya pernah terlibat sejumlah insiden tak wajar, termasuk menerobos palang perlintasan, menabrak pedagang kaki lima, dan kecelakaan saat mundur.

Menurut investigasi dari kanal YouTube Fusebox, para pengemudi kerap mengklaim kehilangan kendali atas mobil, namun bukan karena kerusakan kendaraan, melainkan karena ketidaksiapan menghadapi karakteristik torsi tinggi mobil listrik VinFast VF.

Mobil listrik tersebut memiliki torsi maksimal 242 Nm yang langsung tersedia sejak putaran mesin 0 RPM, jauh lebih tinggi dibanding taksi konvensional seperti Toyota Transmover yang hanya mencapai 121 Nm pada 4.200 RPM.

Karakteristik torsi instan pada motor listrik berbeda jauh dari kebiasaan pengemudi taksi yang terbiasa dengan respons bertahap pada mesin bensin, sehingga rentan menyebabkan akselerasi tak terkendali jika tidak dikelola dengan tepat.

Tragedi di Bekasi dinilai sebagai dampak dari transisi cepat ke kendaraan listrik tanpa pelatihan operasional yang memadai bagi para pengemudi.

Pakar keselamatan transportasi menekankan bahwa fitur torsi tinggi pada EV bukan masalah teknis, melainkan tantangan adaptasi yang harus diatasi melalui standar pelatihan ketat dan penyesuaian gaya berkendara yang sistematis.

Related Post