Toyota dan CATL Jalin Kemitraan Produksi Baterai Hybrid di Indonesia

Ardian Santo

April 28, 2026

2
Min Read

Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Contemporary Amperex Technology Co Limited (CATL) untuk memproduksi baterai kendaraan hybrid electric vehicle (HEV) di Indonesia.

Kolaborasi ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus ekspor, dengan rencana pengiriman pertama dimulai pada paruh kedua tahun 2026.

Fasilitas produksi sel dan modul baterai hybrid akan dibangun di pabrik Karawang, Jawa Barat, didukung investasi senilai Rp1,3 triliun atau sekitar 75,8 juta dolar AS.

Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, menyatakan bahwa komponen sel dan modul baterai yang sebelumnya masih diimpor akan mulai diproduksi secara lokal melalui kerja sama ini.

Saat ini, TMMIN telah memiliki lini perakitan battery pack di Karawang untuk memasok baterai bagi model Toyota Kijang Innova Zenix HEV, Veloz HEV, dan Yaris Cross HEV.

Nandi menambahkan bahwa kolaborasi dengan CATL akan meningkatkan kapasitas produksi hingga mencakup manufaktur sel dan modul baterai secara menyeluruh.

Kerja sama ini sejalan dengan strategi multi-pathway global Toyota yang mencakup berbagai teknologi ramah lingkungan, termasuk HEV, PHEV, BEV, FCEV, dan kendaraan berbahan bakar bioetanol.

Pertumbuhan kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus meningkat, dengan penjualan mencapai 177.367 unit pada 2025, naik 71 persen dari 103.452 unit pada 2024 menurut data GAIKINDO.

Dari sisi produksi, Indonesia merakit 127.420 unit kendaraan elektrifikasi sepanjang 2025, dengan segmen hybrid mendominasi sebesar 76,5 persen atau 97.462 unit.

Bagi CATL, kemitraan ini memperkuat posisinya di ekosistem baterai Indonesia, setelah sebelumnya memulai pembangunan pabrik patungan di Karawang pada Juni 2025 bersama Indonesia Battery Corporation dan PT Aneka Tambang dengan kapasitas 15 GWh.

Secara global, CATL tetap mendominasi pasar baterai mobil listrik, menguasai 48,3 persen pangsa pasar di Tiongkok pada kuartal pertama 2026 dengan kapasitas terpasang 59,52 GWh menurut China Automotive Battery Innovation Alliance.

Related Post