Trump Sebut Ketegangan Zelenskiy dan Putin Hambat Upaya Perdamaian Rusia-Ukraina

Ardian Santo

April 28, 2026

2
Min Read

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa ketegangan pribadi antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi penghambat utama dalam upaya mencapai perdamaian.

Menurut Trump, kebencian yang sangat besar di antara kedua pemimpin membuat proses negosiasi sangat sulit dilakukan.

Trump mengungkapkan bahwa ia baru-baru ini melakukan pembicaraan terpisah dengan Zelenskiy dan Putin dalam rangka mendorong penyelesaian konflik yang telah berlangsung sejak Februari 2022.

Ia menyebut percakapan tersebut berjalan positif meskipun tidak merinci kapan tepatnya komunikasi itu terjadi.

“Kami sedang mengerjakan situasi Rusia dan Ukraina. Mudah-mudahan kami akan berhasil,” ujar Trump.

Trump menekankan bahwa emosi negatif antar pemimpin bisa menghancurkan peluang diplomasi, terlebih saat dunia membutuhkan solusi damai atas perang yang berkepanjangan.

Di sisi lain, Kremlin melalui juru bicaranya, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa Presiden Putin siap bertemu Zelenskiy asalkan pertemuan itu memiliki tujuan jelas dan produktif.

Peskov menegaskan bahwa Putin hanya akan hadir jika pertemuan tersebut ditujukan untuk menandatangani kesepakatan akhir yang mengakhiri perang.

“Putin telah mengatakan ia siap kapan saja untuk pertemuan di Moskow,” kata Peskov.

Namun, ia menilai hingga kini belum ada indikasi kemauan politik dari pihak Ukraina untuk duduk bersama dalam format yang ditawarkan Moskow.

“Dan untuk saat ini, kami tidak melihat adanya kemauan politik seperti itu,” tambahnya.

Konflik Rusia-Ukraina masih berlangsung lebih dari empat tahun sejak invasi besar-besaran dimulai, dengan dampak luas terhadap ekonomi global, keamanan energi, dan stabilitas geopolitik.

Upaya mediasi oleh sejumlah negara dan tokoh internasional terus dilakukan, namun belum membuahkan hasil nyata hingga awal 2026.

Masyarakat internasional tetap waspada terhadap eskalasi potensial, sementara bantuan militer dan kemanusiaan terus mengalir ke Ukraina dari sekutu Barat.

Related Post