IHSG Terkoreksi pada Awal Maret 2026, Analis Cermati Saham LQ45 dengan PER Ekstrem

Ardian Santo

April 28, 2026

1
Min Read

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi pada awal Maret 2026, menutup perdagangan di zona merah untuk hari kedua berturut-turut.

Kondisi ini dipicu aksi profit taking investor asing dan domestik menyusul kenaikan sebelumnya yang cukup signifikan sepanjang Februari 2026.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per 3 Maret 2026, IHSG ditutup melemah setelah mencatat penurunan tipis dibanding posisi akhir pekan lalu.

Aksi jual asing tercatat dominan selama sepekan terakhir, dengan net sell mencapai Rp1,2 triliun secara kumulatif hingga 2 Maret 2026.

Meski demikian, beberapa saham unggulan tetap menjadi perhatian analis karena valuasi Price to Earnings Ratio (PER) yang tergolong ekstrem, baik terendah maupun tertinggi di antara saham LQ45.

Saham-saham dengan PER terendah seperti BBRI, TLKM, dan UNTR menjadi sorotan sebagai pilihan defensive dengan fundamental kuat dan dividen yield menarik.

Sebaliknya, saham dengan PER tinggi seperti MEDC dan GOTO mendapat perhatian karena potensi pertumbuhan jangka panjang meskipun risiko volatilitas masih tinggi.

Analis pasar dari PT Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelestianingsih, menyatakan bahwa investor perlu waspada terhadap sentimen global, terutama kebijakan moneter Federal Reserve AS yang berpotensi memengaruhi aliran modal asing ke pasar berkembang termasuk Indonesia.

Related Post